Sepenggal data penulis
Dari kecil aku di beri nama oleh
ayah aku, Muhammad Hilman, tapi nama itu rasanya ga laku buat di panggil, tapi
satu dua orang ada yang memanggil nama aku dengan benar, entah berapa puluh
panggilan yang aku punya, tapi anehnya tiap temen-temen ngumpul manggil nama
aku dengan beda-beda ya aku replek langsung nyaut, aneh sih tapi mau gimana
lagi.
Karakter hidup aku harus di
penuhi dengan kesenangan, karna terbiasa dari kecil, bandelnya minta ampun,
kata Mamah sih bikin sport jantung, emang jantung bias fitness ya, haha. Entah
bagaimana lagi aku harus melepas kebandelan ini, segala aktivitas yang membuat
aku bandel udah di hentikan dari mulai keluar rumah sampai berbulan-bulan, berkumpul
dengan anak-anak kos. Dan pada akhirnya aku harus merasakan kesepian kejenuhan
di kamar sendiri, walaupun begitu aku bisa merasakan kesenangan dari
keluarga,bercanda di setiap malam setelah selesai orang tua ku bekerja.
Aku adalah anak cikal yang
dilahirkan dari 4 saudara, tentunya dong kelamin aku cowok. Sekolah aku hanya
sampai SMK, sampai sekarang ijazah aku belum di gunakan, karna bingung dengan
kegiatan yang di lakukan setiap hari, pengennya sih kayak orang bisa ngisi
waktu senggang dengan bekerja, bisa menghasilkan uang banyak untuk kemandirian
sendiri, semua itu hayalan ga ada langkah apapun buat kesana, awalnya sih
bekerja sebagai karyawan swasta, yang berpenghasilan gede tapi entah kemana
hasilnya.
Hobiku adalah bermain bola, lebih
baik aku meninggalkan kegiatan dari pada harus ketinggalan maen bola, walupun
ga jago-jago amatsih, tapi kegemaranku di lapang hijau membuatku gentar percaya
diri buat membawa bola. Scenario yang
pas ada lawan dan ada musuh, kejadian itu hanya sementara selama 60 menit saja,
tapi membuat ku bangga.
Kalo sering berolahraga ya tentu
sering fisik, ga tanggung-tanggung sekali fisik ya jalan-jalan sambil membawa
ransel berangkat ke gunung. Entah berapakali aku mendaki gunung di sekeliling
kampungku, kegiatan ini rutin sebulan sekali, tapi itu dulu semenjak aku duduk
di bangku kuliah, sekarang masih tapi enggak terlalu sering maen karna terdesak
dengan kebutuhan sehari-hari.
Kini aku mengakhiri kerjaanku
karna sakit yang membuatku harus beristirahat, walaupaun sperti itu aku tak
gentar untuk mendaki dan bermain, karna aku berpegang teguh kepada keyakinan
ku. “rizki datang dari mana saja asal kita berikhtiar”.
Cita-citaku menjadi tentara tapi sayang
aku di larang oleh Ibuku karna ketakutan atas perjuangan sang kake yang di
tugaskan entah kemana, beliau adalah seorang kopasus, aku hanya bias melihat
kegagahannya di foto, karna beliau wafat orang tuaku belom menikah, pengen
banget rasanya menjadi seorang prajurit yang bias menjaga dan membentengi Negara
ini, kini usahaku tak sampai, tapi aku yakin dengan karya yang ku buat saat ini
bias mengharumkan nama bangsa, 100% percaya. Karna tidak selamanya kegagalan
berasal dari keinginan, pasti ada hal lain yang bias di lakukan, mudah-mudahan
menuntunku kejalan kesuksesan. Amin
Ini bukan karangan, tetapi kisah
sepenggal harapan dari seorang yang bandel. Minta maaf yang sebesar-besarnya
jika karangan tulisan ini menyinggung. Mudah-mudahan menjadi motivasi agar
hidup aku bias lebih baik.https://www.facebook.com/hijie.omes
Komentar