orang lugu dan pemalas


Kisah Orang kampung yang tidak tau malu, tak bias ber terimakasih, susah untuk bersyukur, itu ucapan yang pantas di ucapkan oleh orang lain, semenjak keluar dari bangku sekolah Menengah Kejuruan jurusan Pemasaran, langsung di tarik kerja sebagai outchorsing di YANBUNG KWH mete Kab. Garut, penghasilan setiap hari sudah mecukupi, hari demi hari dilewati dengan penuh kegembiraan sampai waktu yang sedang berjalan di lupakan tak mengenal siang dan malam.
Keberagaman game online di daerah mulai di kenal anak-anak kecil yang baru tumbuh gigi, memang seukuran saya bukan lagi hal yang aneh untuk internet, awalnya menyebar internet  ke daerah tempat tinggal sudah sejak lama, memang acces nya kurang memumpuni hanya bisa di acces di HP dan itupun belum mengenal dengan sistem Android,  terkenal dengan gadget yang superlemot untuk ukuran jaman di serba instan ini. Karna jaringan yang digunakan hanya sebatas 2G/EDGE, jangankan buat Android, untuk Blackberry pun belum keluar perusahaan nya aja ga tau udah ada atau belum, yang pastinya marak HP NOKIA 7610 yang di bandrol 1jt lebih, hanya kelas menengah keatas yang bisa merasakan nikmatnya pasilitas instan. Awal bersalaman dengan internet di kelas menengah pertama hanya bisa di rasakan nilai negatifnya saja, hampir setiap hari melihat pertunjukan film yang tak pantas di lihat oleh anak seumuran saya.
Beranjak SMA di perkenalkan dengan tugas-tugas yang harus mencari di Internet, memang mahal untuk ukuran di kampung, karna uang jajan di Sekolah hanya goceng itupun masih di potong uang Kas seribu, awal di beri tugas mencari gambar di mbah google, awalnya kebingungan mencari warnet yang ada dimana, begitu susahnya mencari warnet di sekitar sekolahan fasilitaas sekolahpun Guru-guru hanya mengandalkan handphone, untungnya pada saat itu temen sekelas pada ribut ada warnet di sekitar rumahnya. Bel sekolah yang terbuat dari felg ban mobil pun di pukul oleh Staf Guru, menandakan waktu pulang sudah tiba, dan perkenalan dengan komputerpun di mulai, jalan kaki dari sekolah kerumah seorang  teman pun bukan maen jauh, saya pun di temani dengan satu orang permpuan yang arah rumahnya sama, sesampainya di warnet kami bertiga pun duduk di sela-sela bilik pemisah komputer, memang tidak terlalu banyak komputer yang ada, hanya sekitar 7 dan 3 yang entah ruksak entah ga ada tempat karna sempitnya tempat itu. Saya di kenalkan dengan yang namanya internet, memang engga terlalu sulit saya langsung mmemahami penggunaannya, untuk masalah mengetik memang pernah ikut kursus di smp ketika aliyah sudah mengadakan komputer. Jadi tidak terlalu sulit untuk mengerjakan tugas sekitar 20 mnit tugas selesai, ukuran yang lama di bandingkan dengan fasilitas sekarang, setelah tugas selesai, kedua teman pun pamitan untuk pulang duluan, saya mencoba membuka hal-hal yang negatif karna gampangnya acces yang di perbolehkan , untuk kalangan anak-anak dan dewasa asal bisa menggunakan. Uang jajan selama seminggu pun habis dari jam lima sampai jam 7 malam, engga ada bosennya untuk mengakses hal gituan sampe keluar SMK.

Awal kelas tiga memang jaman udah mulai berubah facebook pun dari anak kecil sampai anak dewasa mulai buming. Beralih dari hal negatif mulai acces game facebook yang di kenal dengan poker dan biliar, memang bukan hal yang sulit untuk di mainkan, anak kecil di rumah mulai menanyakan “ngapain aja di warnet berjam-jam” ya paling buka fb chatingan klo ga ada yang bales ya poker atau engga ya biliar, “mending maen POINT BLANK serunya bukan maen” emang dimana bisa maen gituan? Tuh warnet yang di belokan perempatan, “besok kita maen kesana”. Hari ke esokan nya pun di nanti udah ga tahan pengen liat kayak gimana sih game yang dikatakan seru itu, waktu melihat pertunjukan pun di mulai memang keseruannya pun kalah dengan game-game yang pernah di maenin, di mulai dari coba-coba sampai ketagihan pun terus berjalan sampai saya kerja, sampai-sampai waktu siang di pake untuk kerja dan sepulang kerja adan magrib pergi ke warnet, penghasilan setiap hari habis hanya di pakai untuk game online. Masuk kuliah di mulai Game online pun mulai berkurang, karna terlalu banyak tugas yang harus di selesaikan. Sesampainya semester 3 masih tinggal di tempat kemalesan game, urusan kuliah mulai terbengkalai, yang pada akhirnya terfikir milih kuliah atau game yang harus di tinggalkan. Dan pilihan itupun membuat saya meneruskan kuliah sampai semester delapan usay, tapi belum di wisuada, taun di kalender menunjukan 2016 entah harus bagai mana lagi untuk menyelesaikan kuliah padahal sudah di akhir, teman seangkatan di WISUDA saya hanya bisa terdiam duduk di rumah tak berdaya betapa sakit belum bisa merasakan klimaks perjuangan selama lima tahun duduk di bangku kuliah karna terbentur dengan administrasi, penghasilan kerjaan ga memumpuni untuk melunasi semuanya, hanya bisa berpasrah diri untuk menerima keadaan, dan saya pun berhenti dari kerjaan saya sendiri karna sakit yang harus beristirahat selama 6 bulan.

Komentar